Kamis, 10 Desember 2015

Mengasihi Orang Tua

Mereka adalah sosok yang mulia yang patut kita sayangi, cintai dan hormati. Banyak sekali pengorbanan yang mereka lakukan demi kebahagiaan anak-anaknya. Banting tulang demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Suatu kebahagiaan jika kita dapat membuat mereka tersenyum.

Saya pernah berkesempatan mengunjungi panti jompo di daerah Pamularsih bersama teman-teman saya. Suatu pengalaman baru dan berarti bagi saya pribadi saat berkunjung ke panti jompo. Tujuan kami mengunjungi panti jompo adalah, menghibur para penghuni panti tersebut yang telah berusia lanjut.  Semoga kehadiran kami dapat menghibur, tujuan kami kesana juga sebagai refleksi bagi kami yang masih muda supaya kami lebih menghargai orang tua kami atau siapapun yang usia lebih tua dari kami. Suatu pengalaman baru bagi kami untuk berkunjung ke panti jompo, dan suatu kesenangan tersendiri jika bisa menghibur mereka dan membuat mereka tertawa. Rasa senang dan terharu bercampur jadi satu. Rasa sedih terasa ketika kami mendengarkan keluh kesah dan cerita mereka yang ingin berada di rumah dan berkumpul bersama keluarga.

Saya sempat berbincang-bincang lama dengan beberapa nenek yang ada di panti jompo. Saya berharap mereka dirawat dengan baik dan mendapat keluarga baru disana. Saya juga di berikan izin berkesempatan berfoto bersama nenek dan kakek yang ada di panti jompo. 








“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (Al Isra(17):24)


Nama : Fachrisya Meutia Ramadhani
NIM : 15.E1.0117
Dosen Pengampu : Gregorius Daru Wijoyoko




Kebersihan Sebagian dari Iman

Kali ini saya akan membahas tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Jika lingkungan di sekitar kita bersih, tentunya akan membuat kita merasa nyaman berada di lingkungan tersebut. Kegiatan bersih-bersih pun juga dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang yang kosong, dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun. Saya akan membagi cerita pengalaman saya sewaktu membersihkan mushola bersama teman-teman saya. Ini adalah pengalaman pertama saya membersihkan mushola. Kenapa kami memilih untuk membersihkan mushola? Mushola adalah sarana tempat ibadah. Salah satu aspek yang dikedepankan untuk beribadah di mushola bukan kemegahannya, tapi faktor kenyamanan dalam beribadah. karena itu  masjid mushola harus dibersihkan karena akan membuat kenyamanan dalam kita beribadah. 

kegiatan-kegitan yang dapat dilakukan untuk membersihkan mushola, seperti membersihkan karpet, membereskan tempat mukena, sajadah dan sarung, membersihkan tempat wudhu, mengelap jendela, dsb. Kegiatan ini sangat bermanfaat selain melatih kita untuk peduli akan lingkungan, kegiatan ini pun menjadi kegiatan positif untuk saling membantu dan peduli pada kebersihan. Berikut adalah foto kegiatan saya dan teman-teman saat membersihkan mushola..







Kebersihan sebagian dari iman, kita harus peduli akan lingkungan. Lingkungan yang bersih pastinya akan membuat kita nyaman. Jadi, jagalah kebersihan lingkungan sekitarmu..:)


“Diriwayatkan dari Sa’ad Bin Abi Waqas dari Bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)


Nama : Fachrisya Meutia Ramadhani
NIM  : 15.E1.0117
Dosen Pengampu : Gregorius Daru Wijoyoko

Minggu, 25 Oktober 2015

Perdamaian Dalam Islam



Islam muncul untuk menjadi penyelamat dunia, oleh karenanya setiap ajaran Islam memiliki nilai kebenaran yang tidak diragukan lagi. Islam berusaha menciptakan perdamaian di bumi sehingga umat manusia dan seluruh makhluk Allah dapat hidup sejahtera. Islam memiliki makna penyerahan diri, pasrah, patuh, dan tunduk pada kehendak Allah, ia adalah agama yang membawa kemaslahatan bagi pemeluknya baik di dunia maupun di akhirat. 
Dalam ajaran Islam bahwa perdamaian merupakan kunci pokok menjalin hubungan antar umat manusia, sedangkan perang dan pertikaian adalah sumber malapetaka yang berdampak pada kerusakan sosial. 
Diantara ayat-ayat Al-qur'an yang mengajarkan larangan perang dan berbuat kekerasan adalah: 
"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau di buang dari negri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar."  (Q.S Al-Maidah : 32)

"Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami kelak akan memasukkannya kedalam neraka. Yang demikina itu adalah mudah bagi Allah."  (Q.S Al-Nisa : 29)







Sikap Toleransi

Tasamuh disebut juga Toleransi. Toleransi adalah sikap tenggang rasa, saling menghormati, dan menghargai orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan warna kulit, suku, bahasa, dan perbedaan lainnya tidak menjadi penghambat untuk saling tolong-menolong. Secara istilah kata toleransi memiliki makna menahan perasaan tanpa disertai protes. Artinya, seseorang tidak memiliki hak protes atas argumen orang lain, walaupun itu adalah pendapat yang salah dalam keyakinan. Islam memberikan istilah toleransi ini dengan istilah tasamuh. Tasamuh memiliki arti tasahul yang berarti kemudahan. Artinya, Islam memberikan kemudahan bagi siapa saja dalam menjalankan apa yang dia yakini sesuai dengan ajaran masing-masing tanpa adanya suatu tekanan dan sama sekali tidak mengusik keyakinan orang lain. 

Adanya perbedaan harus diterima sehingga dapat berbentuk rahmat dalam mencapai tujuan bersama dalam kehidupan. Seseorang yang tidak mau menerima adanya suatu perbedaan, maka dalam hidupnya akan mendapatkan berbagai macam masalah dan kesulitan di lingkungan masyarakat yang sangat beragam ini. 
Allah Swt mengajarkan kepada manusia untuk hidup berdampingan dalam kedamaian walaupun berbeda dengan cara menghormati dan bertoleransi dalam beragama. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an Surah Al Kafiruun ayat 1-6

"Katakanlah : "Hai orang-orang kafir, (2) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, (3) dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, (4) Dan aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (5) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. (6) untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

Allah berfirman pula dalam surah Yunus ayat 40-41 tentang toleransi. Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut.

"Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Qur'an, dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika mereka mendustakan kamu, Maka Katakanlah "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan." 

Dengan demikian menurut saya, sikap saling toleransi sangat penting. Menghormati dan menghargai setiap perbedaan memberikan kedamaian dalam hidup. Tetap saling tolong-menolong dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dalam kehidupan tanpa mengusik perbedaan.


Nama  : Fachrisya Meutia Ramadhani
NIM   : 15.E1.0117
Dosen Pengampu  : Gregorius Daru Wijoyoko