Islam muncul untuk menjadi penyelamat dunia, oleh karenanya setiap ajaran Islam memiliki nilai kebenaran yang tidak diragukan lagi. Islam berusaha menciptakan perdamaian di bumi sehingga umat manusia dan seluruh makhluk Allah dapat hidup sejahtera. Islam memiliki makna penyerahan diri, pasrah, patuh, dan tunduk pada kehendak Allah, ia adalah agama yang membawa kemaslahatan bagi pemeluknya baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam ajaran Islam bahwa perdamaian merupakan kunci pokok menjalin hubungan antar umat manusia, sedangkan perang dan pertikaian adalah sumber malapetaka yang berdampak pada kerusakan sosial.
Diantara ayat-ayat Al-qur'an yang mengajarkan larangan perang dan berbuat kekerasan adalah:
"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau di buang dari negri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar." (Q.S Al-Maidah : 32)
"Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami kelak akan memasukkannya kedalam neraka. Yang demikina itu adalah mudah bagi Allah." (Q.S Al-Nisa : 29)

Sikap Toleransi
Tasamuh disebut juga Toleransi. Toleransi adalah sikap tenggang rasa, saling menghormati, dan menghargai orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan warna kulit, suku, bahasa, dan perbedaan lainnya tidak menjadi penghambat untuk saling tolong-menolong. Secara istilah kata toleransi memiliki makna menahan perasaan tanpa disertai protes. Artinya, seseorang tidak memiliki hak protes atas argumen orang lain, walaupun itu adalah pendapat yang salah dalam keyakinan. Islam memberikan istilah toleransi ini dengan istilah tasamuh. Tasamuh memiliki arti tasahul yang berarti kemudahan. Artinya, Islam memberikan kemudahan bagi siapa saja dalam menjalankan apa yang dia yakini sesuai dengan ajaran masing-masing tanpa adanya suatu tekanan dan sama sekali tidak mengusik keyakinan orang lain.
Adanya perbedaan harus diterima sehingga dapat berbentuk rahmat dalam mencapai tujuan bersama dalam kehidupan. Seseorang yang tidak mau menerima adanya suatu perbedaan, maka dalam hidupnya akan mendapatkan berbagai macam masalah dan kesulitan di lingkungan masyarakat yang sangat beragam ini.
Allah Swt mengajarkan kepada manusia untuk hidup berdampingan dalam kedamaian walaupun berbeda dengan cara menghormati dan bertoleransi dalam beragama. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an Surah Al Kafiruun ayat 1-6
"Katakanlah : "Hai orang-orang kafir, (2) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, (3) dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, (4) Dan aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (5) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. (6) untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
Allah berfirman pula dalam surah Yunus ayat 40-41 tentang toleransi. Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut.
"Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Qur'an, dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika mereka mendustakan kamu, Maka Katakanlah "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan."
Dengan demikian menurut saya, sikap saling toleransi sangat penting. Menghormati dan menghargai setiap perbedaan memberikan kedamaian dalam hidup. Tetap saling tolong-menolong dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dalam kehidupan tanpa mengusik perbedaan.
Nama : Fachrisya Meutia Ramadhani
NIM : 15.E1.0117
Dosen Pengampu : Gregorius Daru Wijoyoko